Minggu, 07 Oktober 2012

MENYIMAK DALAM BAHASA INDONESIA




    MENYIMAK

      A.Pengertian Menyimak
       Berikut ini terdapat beberapa pengertian menyimak yang dikemukakan oleh para ahli.
   1.     Menurut H. G. Tarigan
           Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambing-lambang lisan dengan penuh   perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.

  2.     Menurut  Anderson
          Menyimak sebagai proses besar mendengarkan, mengenal, serta menginterpretasikan lambing-
          lambang lisan.

  3.    Menurut  Russel&Russel 1959
         Menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian serta apresiasi.

  4.    Menurut  Drs. Hanapi Natasasmita
         Menyimak adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada objek yang disimak.

  5.     Menurut Djago Tarigan
          Menyimak dapat didefinisikan sebagai suatu aktifitas yang mencakup kegiatan mendengar dari  bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakanan.
     B. Hakikat Menyimak
    Hakikat menyimak adalah mendengarkan dan memahami isi bahan simakan karena itu dapat disimpulkan bahwa tujuan utama menyimak adalah menangkap, memahami atau menghayati pesan, ide, gagasan yang tersirat dalam bahan simakan

C. Fungsi Menyimak
          Berikut ini terdapat beberapa fungsi dalam melaksanakan kegiatan menyimak.
    1. Membuat hubungan antar pribadi lebih efektif
          2. Memperoleh informasi yang ada hubungan atau sangkut pautnya dengan pekerjaan atau profesi
          3. Dapat memberikan respon yang tepat
          4. Mengumpulkan data agar dapat membuat keputusan-keputusan yang masuk akal.

       D. Tujuan Menyimak
          1. Menurut H.G. Tarigan
              Menyimak untuk belajar
              Menyimak untuk  Menikmati keindahan audial
              Menyimak untuk  Mengevaluasi
              Menyimak untuk  Mengapresiasi materi simakan
              Menyimak untuk  Mengkomunikasikan ide-ide
              Menyimak untuk  Membedakan bunyi-bunyi
              Menyimak untuk  Memecahkan masalah
              Menyimak untuk  Meyakinkan 
       2. Menurut Bunga Ayesha dalam modul hakikat menyimak
              Mendapatkan fakta
              Mengevaluasi fakta
              Menganalisis fakta
              Mendapatkan inspirasi
              Menghibur diri
              Meningkatkan kemampuan berbicara
     E. Peran Menyimak
         1.Landasan belajar berbahasa
         2.Penunjang keterampilan berbicara, membaca dan menulis
         3.Pelancar komunikasi lisan
         4.Penambah informasi

    F. Proses Menyimak
  1.Tahap mendengar (hearing)
  2.Tahap memahami (understanding)
        3.Tahap menginterpretasi (interpreting)
  4.Tahap mengevaluasi (evaluating)
        5.Tahap menanggapi (responding)

 Faktor yang Mempengaruhi Menyimak
 1.   Menurut Hunt dalam Trigan(1990: 97)
      Faktor yang mempengaruhi menyimak  adalah sikap, motivasi, pribadi, situasi kehidupan, dan   peranan dalam masyarakat. 
2.    Menurut Logan (dalam Tarigan 1990: 98) 
   Mengemukakan bahwa yang mempengaruhi menyimak adalah faktor lingkungan, fisik, psikologios, dan pengalaman
3. Menurut Webb (Tarigan 1990:97) menambahkan bahwa perbedaan jenis kelamin juga mempengaruhi menyimak.

Penyebab Murid Sulit Dalam Menyimak Pelajaran
Faktor Internal Penyebab Kesulitan Belajar Siswa
      Penyebab kesulitan belajar peserta didik yang bersumber dari dalam dirinya. Faktor internal ini dapat dikelompokan menjadi 2 bagian yaitu: 
1.  faktor psikologis 
2.  faktor fisiologis. 
 Jika diklasifikasikan secara konseptual faktor psikologis digolongkan terdiri dari 2 faktor yaitu :
1.  faktor intelektual 
     faktor intelektual yang dapat mempengaruhi kesulitan belajar siswa dapat berupaTingkat
     kecerdasan intelektual (yang populer dikenal dengan sebutan IQ).
2.  faktor non intelektual

     faktor non intelektual yang dapat menjadi penyebab kesulitan belajar peserta didik yg bersumber    dari beberapa sifat kepribadian yang terdiri dari sikap terhadap belajar.
sikap adalah kecendrungan orang untuk berbuat.
sikap sesungguhnya berbeda dengan perbuatan karna perbuatan merupakan inplementasi dari sikap. 

MANFAAT MENYIMAK
        Manusia adalah makhluk sosial. Mereka selalu hidup berkelompok, mulai dari kelompok kecil sampai dengan kelompok besar. Interaksi antarkelompok didukung dan ditopang oleh alat komunikasi vital yang mereka miliki bersama, yaitu bahasa. Kenyataan ini berlaku baik bagi masyarakat tradisional maupun modern. Jelas dalam masyarakat diperlukan keterampilan menyimak sebagai sarana interaksi antarmanusia satu dengan manusia lainnya.
        Simakan kosakata pertama sangat menentukan keterampilan berbahasa lainnya. Semakin banyak dan semakin sering seseorang menyimak kosakata, pola-pola kalimat, intonasi, dan sebagainya maka semakin berkembang pula keterampilan berbicara. Apabila sudah ada tradisi menyimak di kalangan masyarakat, keterampilan membaca dan menulis pun turut berkembang. Dari uraian itu maka tidak mengherankan jika para ahli menyimpulkan bahwa keterampilan menyimak merupakan dasar dari keterampilan berbahasa yang lainnya.
         Menurut Setiawan (dalam Niniek 2004: 51), manfaat menyimak yaitu:
 (1) menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup yang berharga bagi kemanusiaan, sebab menyimak memiliki nilai informatif, yaitu memberikan masukan-masukan tertentu yang menjadikan kita lebih berpengalaman.
(2) meningkatkan intelektualitas serta memperdalam penghayatan keilmuan dan khasanah ilmu kita. (3) memperkaya kosakata kita, menambah perbendaharaan ungkapan yang tepat, bermutu, dan puitis. Orang yang banyak menyimak komunikasinya menjadi lebih lancar dan kata-kata yang digunakan pun lebih variatif jika dibandingkan dengan orang yang jarang menyimak.
(4) memperluas wawasan, meningkatkan penghayatan hidup, serta membina sifat terbuka dan objektif. Orang cenderung lebih lapang dada, dapat menghargai pendapat dan keberadaan orang lain, tidak picik, dan tidak sempit pikiran.
(5) meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial. Melalui menyimak kita dapat mengenal seluk-beluk kehidupan dengan segala dimensinya. Kita dapat merenungi nilai kehidupan jika bahan yang disimak baik sehingga menggugah  semangat kita untuk memecahkan masalah.
(6) meningkatkan citra artistik jika yang yang kita simak itu merupakan bahan simakan yang isinya halus dan bahasanya menarik. Menyimak dapat menumbuhsuburkan sikap apresiatif, sikap menghargai karya atau pendapat orang lain, serta dapat meningkatkan selera estetis kita.
 (7) menggugah kreativitas dan semangat mencipta kita untuk menghasilkan ujaran-ujaran dan tulisan-tulisan yang berjati diri. Jika banyak menyimak, kita akan mendapatkan ide-ide cemerlang dan segar, selain itu kita juga mendapatkan pengalaman hidup yang berharga. Semua itu akan mendorong kita giat dan kreatif dalam berkarya.
         Semua manfaat itu diharapkan dapat tercapai dalam kegiatan menyimak,  namun dalam penelitian ini manfaat utama yang diperoleh adalah menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup yang berharga bagi kemanusiaan serta meningkatkan dan menumbuhkan sikap kritis. Hal ini dikarenakan menyimak yang dilakukan adalah menyimak laporan perjalanan yang merupakan materi kebahasaan yang perlu dimengerti dan dipahami unsur-unsur yang terkandung di dalamnya yang berkaitan dengan kenyataan.


Sabtu, 06 Oktober 2012

TUGAS MATA KULIAH FONOLOGI BAHASA INDONESIA




Nama Dosen              : Hj.Isna Sulastri, Dra ., M.Pd.
Nama                          : Dedah Handini
NIM                            : 4103 2121 12 1008
Fakultas                     : FKIP
Prodi                           : Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia


SOAL
1.      Mengapa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia perlu mempelajari fonologi bahasa Indonesia? Uraikanlah menurut sudut pandang masing-masing!
Jawab :
Karena Fonologi merupakan sah satu pondasi utama dalam mempelajari linguistik atau tata bahasa,juga untuk meningkatkan pemahaman bunyi bahasa supaya nanti kita bisa menerapkan klasifikasi bunyi bahasa secara praktis dan benar dalam proses belajar mengajar di lapangan.

2.      Fonologi dipandang sebagai “fondasi” dalam mempelajari tata bahasa Indonesia. Mengapa demikian? Jelaskanlah!
Jawab :
Karena Fondasi merupakan kunci utama dalam mempelajari fonologi,khususnya bagi para pengguna bahasa sangat perlu mempelajari fonologi.
Dengan mempunyai fondasi ilmu bunyi nantinya guru dan calon guru diharapkan mampu menjadi guru yang profesional dengan basis kokoh dalam ilmu pengetahuan bunyi yang dimilikinya.

3.      Menurut Prof. Fuad Abdul Hamied, setiap guru harus memiliki basis kokoh dalam ilmu   
pengetahuan               ?
a)      Apakah maksud pernyataan itu? Uraikanlah!
      Jawab :
      Maksud dari guru harus memiliki basis kokoh dalam ilmu pengetahuan yaitu diharapkan guru yang mempunyai ilmu yang kokoh akan mampu berkompetensi dengan baik dalam pertarungan dunia pendidikan dan diharapkan guru akan terhindar dari kesulitan dalam mempelajari tata bahasa.

b)      Setujukah Anda dengan pandangannya itu? Mengapa? Tulislah alasan yang tepat!
      Jawab :
      Setuju karena seorang guru harus benar-benar menguasai bahan ajaran untuk di berikan kepada murid – muridnya terutama memiliki basis yang kokoh dalam fonologi.

c)      Upaya apakah yang sebaiknya dilakukan agar Anda memiliki basis kokoh dalam bidang Fonologi? Jelaskanlah!
      Jawab :
      Membekali diri dengan kompetensi dan performansi dibidang fonologi.

4.  Apakah peran dan tanggung jawab Anda selaku calon guru bahasa Indonesia  dalam bidang fonologi? Jelaskanlah!
     Jawab :
Calon guru bahasa harus mampu membimbing murid terutama dalam bidang fonologi agar murid bisa selalu cermat dan tepat dalam mengucapkan atau menuliskan sebuah kata.
      Calon guru bahasa juga harus mampu menumbuhkan kesadaran muridnya akan akibat yang ditimbulkan yang disebabkan oleh kekeliruan pengucapan bunyi bahasa,dengan demikian diharapkan murid-murid akan berusaha untuk selalu berhati-hati dalam melafalkan atau menuliskan setiap lambang bunyi yang membangun kata.

5.  Carilah minimal tiga definisi untuk setiap istilah berikut dengan mencantumkan sumber bahan yang Anda baca (Pengarang, judul, tahun penulisan)!
     Jawab :
a)      Fon
Definisi fon menurut (Abdul Chaer,Fonologi Bahasa Indonesia,2003)
Fon adalah bunyi bahasa yang di hasilkan oleh alat ucap manusia.

Definisi fon menurut (Verhaar,Fonologi Bahasa Indonesia,1984)
Fon adalah bunyi yang tidak berfungsi sebagai pembeda makna.

Definisi fon Menurut (Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia,Linguistik umun,2007)
Fon adalah bunyi-bunyi yang konkret atau bunyi – bunyi yang di artikulasikan.

a)      Fonem
Definisi Fonem menurut Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi pertama, cetakan kedua tahun 1988)                                                                                   
Fonem adalah sebagai bunyi bahasa yang berbeda atau mirip.

Definisi Fonem menurut Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi ketiga(edisi revisi), tahun 2000)                   
fonem adalah bunyi bahasa minimal yang membedakan bentuk dan makna kata.

Definisi Fonem menurut Fonologi Bahasa Indonesia (Masnur Muslich, tahun 2008)
fonem adalah kesatuan bunyi terkecil suatu bahasa yang berfungsi membedakan makna.

Definisi Fonem menurut Fonologi Bahasa Indonesia (Verhaar, tahun 1984)
Fonem adalah bunyi yang berfungsi membedakan makna.

b)      fonologi
Definisi Fonologi menurut Fromkin & Rodman (1998:96)
Fonologi adalah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa.

Definisi Fonologi menurut Trubetzkoy (1962:11-12)
Fonologi merupakan studi bahasa yang berkenaan dengan sistem bahasa, organisasi bahasa, serta merupakan studi fungsi linguistis bahasa.

Definisi Fonologi menurut Daniel Jones, Sarjana fonologi Inggris,Fonologi ialah sistem bunyi  sebuah bahasa.

Definisi Fonologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud,1998 : 244)
Fonologi dimaknai sebagai Ilmu tentang bunyi bahasa,terutama yang mencakup sejarah dan teori perubahan bunyi.

6. Temukan dan tuliskanlah sebanyak mungkin  contoh fonem dalam bahasa
     Indonesia (minimal sepuluh). Tulislah contoh dalam bentuk pasangan minimal!
     Jawab :
a.       Bola dan Pola                          n. Suka dan Luka
b.      Barang dan Parang                  o. Saku dan Laku
c.       Laba dan Raba                        p. Lukis dan Kukis
d.      Batu dan Bata                          q. Sama dan Lama
e.       Jarum dan Harum                    r. Lelah dan Telah
f.       Jilat dan Silat                           s. Lawan dan Kawan
g.      Duga dan Juga                         t. Pantai dan Lantai
h.      Kulit dan Sulit                         u. Ladang dan Lalang
i.        Baku dan Kaku                        v. Jadi dan Tadi
j.        Gali dan Kali                           w.Main dan Kain
k.      Galau dan Kalau                      x. Dari dan Jari
l.        Kokoh dan Tokoh                   y. Raba dan Laba
m.    Sabar dan Kabar                      z. Lada dan Dada
      
Fonem mempunyai fungsi pembeda makna, misalnya pada kata  Pola - /pola/ : bola /bola/
Dari kedua kata tersebut, ada dua fonem yang mempunyai fungsi sebagai pembeda makna, yaitu /p/ dan /b/.

7. Jelaskanlah kedudukan fonologi dalam tataran linguistik!
    Jawab :
Kedudukan Fonologi dalam tataran Linguistik
Sebagai bidang yang berkosentrasi dalam deskripsi dan analisis bunyi-bunyi ujar, hasil kerja fonologi berguna bahkan sering dimanfaatkan oleh tataran Linguistik yang lain, misalnya morfologi, sintaksis, dan semantik.

a.  Fonologi dalam cabang Morfologi
Bidang morfologi yang kosentrasinya pada tataran struktur internal kata sering memanfaatkan hasil studi fonologi, misalnya ketika menjelaskan morfem dasar {butuh} diucapkan secara bervariasi antara [butUh] dan [bUtUh] serta diucapkan [butuhkan] setelah mendapat proses morfologis dengan penambahan morfem sufiks   {-kan}.

b.  Fonologi dalam cabang Sintaksis
Bidang sintaksis yang berkosentrasi pada tataran kalimat, ketika berhadapan dengan kalimat kamu berdiri. (kalimat berita), kamu berdiri? (kalimat tanya), dan kamu berdiri! (kalimat perintah) ketiga kalimat tersebut masing-masing terdiri dari dua kata yang sama tetapi mempunyai maksud yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dijelaskan dengan memanfaatkan hasil analisis fonologis, yaitu tentang intonasi, jedah dan tekanan pada kalimat yang ternyata dapat membedakan maksud kalimat, terutama dalam bahasa Indonesia.

c. Fonologi dalam cabang Semantik
Bidang semantik, yang berkosentrasi pada persoalan makna kata pun memanfaatkan hasil telaah fonologi. Misalnya dalam mengucapkan sebuah kata dapat divariasikan, dan tidak. Contoh kata [tahu], [tau], [teras] dan [t∂ras] akan bermakna lain. Sedangkan kata duduk dan didik ketika diucapkan secara bervariasi [dudU?], [dUdU?], [didī?], [dīdī?] tidak membedakan makna. Hasil analisis fonologislah yang membantunya.

8. Tulislah manfaat yang anda peroleh setelah menjawab pertanyaandi atas.
   Jawab :
Manfaatnya saya bisa menambah ilmu dan wawasan lebih luas terutama dalam bidang fonologi.
Dan saya sedikit demi sedikit lebih tau mengenai pengetahuan fonologi seperti mengapa fonologi di  pandang sebagai fondasi,pengertian( fon,fonem,fonologi) menurut para ahli,contoh fonem pasangan minimal,dan kedudukan fonologi dalam tataran  linguistik.